Tahun 2025 Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Sragen Turun

SRAGEN – Kabupaten Sragen menunjukkan tren positif dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) tahun ini. Hingga saat ini, AKI tercatat sebanyak 11 kasus, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 16 kasus. Penurunan drastis juga terlihat pada AKB, yang kini berada di angka 70 kasus, turun signifikan dari 137 kasus di periode sebelumnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen, Agustin Sri Sumiwi, berharap tidak ada lagi penambahan kasus hingga akhir tahun. Pihaknya mengungkapkan, sebagian besar penyebab utama dari 11 kasus kematian ibu tersebut adalah eklamsi atau keracunan kehamilan. Penyebabnya adalah hipertensi tinggi, selain itu biasanya berlebihan berat badan, atau obesitas.

Menurutnya, kasus eklamsi seringkali sulit diprediksi. Tensi ibu hamil bisa saja normal sejak awal, namun mendadak melonjak tinggi di akhir masa kehamilan.

Selain faktor eklamsi, kasus kehamilan risiko tinggi (risti) juga menjadi perhatian yakni hamil usia lanjut atau 40 tahun ke atas. Selain itu, banyak kasus AKI juga melibatkan ibu dengan penyakit kronis atau penyerta yang tidak terkontrol.

Kasus kematian ibu terakhir tercatat sekitar sebulan lalu, menimpa seorang guru SMA berusia 30 tahun.

Untuk terus menekan angka kematian, Dinkes Sragen mengapresiasi upaya seluruh kader kesehatan. Berbagai program telah dijalankan, dan salah satu yang dianggap paling efektif adalah Laskar Sakinah yang diterapkan di wilayah Sambirejo, dengan membentuk kader kesehatan. Pihak Dinkes memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para kader yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat.

Baca Juga