FKPSS Gelar Festival Rampak Silat Kebhinekaan 2025
- Oleh : LPPL Buana Asri
- 24 November 2025
- Dilihat 43 kali
sumber : sragenkab.go.id
SRAGEN – Forum Komunikasi Pencak Silat Sragen (FKPSS) menggelar kegiatan Festival Rampak Silat Kebhinekaan 2025, di halaman Kantor Pemda Lama, Minggu 23 November 2024. Kegiatan dibuka oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, S.IP, M.A, dan dihadiri jajaran Forkopimda serta perwakilan ketua dan anggota dari 17 perguruan pencak silat.
Dalam sambutannya, Ketua FKPSS Heru Agus Santosa menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran lengkap para unsur Forkopimda. Dijelaskan bahwa FKPSS beranggotakan 17 perguruan pencak silat dengan jumlah anggota lebih dari 100.000 pesilat, atau sekitar 10 persen dari total penduduk Sragen. Keberadaan FKPSS sejak lima tahun terakhir juga berhasil menurunkan potensi konflik antarpesilat di Sragen yang sebelumnya kerap terjadi.
Selain itu, FKPSS memiliki program rutin “Wedangan Seduluran,” sebuah forum informal yang digunakan untuk meredakan potensi konflik secara kekeluargaan. Festival Rampak Silat Kebhinekaan 2025 ini menjadi momentum penting dalam penguatan persaudaraan, kebhinekaan, serta peran besar pencak silat dalam pembangunan Sragen yang harmonis dan berdaya saing.
Sementara itu, Bupati Sragen menyampaikan bahwa pencak silat di Sragen memiliki potensi besar, tidak hanya dalam pembinaan olahraga tetapi juga budaya dan ekonomi. Bupati menyebut bahwa jumlah pesilat Sragen yang mencapai 10 persen dari total penduduk, atau sekitar 1 juta jiwa, menjadikan Sragen sebagai salah satu kabupaten dengan komunitas pesilat terbesar di Indonesia.
Menurutnya, nilai budaya pencak silat harus lebih dieksplorasi dan diperkenalkan ke publik. Potensi budaya ini dinilai dapat menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal melalui event kebudayaan berskala nasional hingga internasional, sehingga parade budaya silat dapat mengundang masyarakat dari seluruh Indonesia untuk datang ke Sragen.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa bela diri harus digunakan untuk pertahanan, bukan untuk menyerang. Bupati memberi catatan bahwa pengembangan pencak silat sebagai budaya hanya mungkin terwujud jika konflik antarpesilat benar-benar ditekan.









Assalamu Alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.